Amalan #1

BACK

Taubat Pembuka Rezeki

Ibnul Qayyim membagi istighfar menjadi dua macam; istighfar semata (tanpa diiringi dengan tobat), seperti ucapan Nabi Nuh a.s dalam surat Nuuh ayat 10 di atas, dan ucapan Nabi Saleh a.s :“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (An‐Naml [27]: 46)

Dan Firman Allah Swt : “Dan Allah sekali­kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al‐Anfaal [8]: 33)

Sedangkan istighfar yang kedua, adalah istighfar yang diiringi dengan tobat kepada Allah, seperti firman‐Nya : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada­Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus­menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap­tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Huud [11]: 3)

Sebagaimana ucapan Nabi Hud a.s kepada kaumnya, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada­Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud [11]: 52)

Contoh istighfar jenis ini diperkuat dengan ucapan Nabi Saleh a.s pada surat yang sama kepada kaumnya :

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunanNya kemudian bertobatlah kepada­Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat­Nya) lagi memperkenankan (doa hamba­Nya).” (Huud [11]: 61)’

Begitu pula ucapan Nabi Syu’aib a.s :

“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada­Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (Huud [11]: 90)

Hakikat istighfar adalah agar terhindar dari kejelekan dosa. Ini sama dengan kata mughfir, yaitu sesuatu yang dipakai melindungi kepala dari kotoran. Karena itu, makna ‘tertutup’ sudah masuk dalam kata istighfar. Bila tidak demikian, maka sorban, topi dan semacamnya tidak disebut sebagai mughfir dalam bahasa Arab. Oleh karenanya, kata mugfir harus mengandung pengertian pencegahan dan melindungi. Istighfar inilah yang dapat mencegah turunnya azab. Allah Swt berfirman, :

“Dan Allah sekali­kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al‐Anfaal [8]: 33)

Allah Swt tidak menurunkan azabnya kepada orang yang beristighfar. Seseorang yang terus‐menerus melakukan perbuatan dosa, namun di samping itu ia juga beristighfar, maka hal tersebut tidak dinamakan istighfar sama sekali, dan tidak bisa menghindarkannya dari datangnya azab. Oleh karena itu, istighfar mengandung arti taubat, begitu pun sebaliknya taubat mengandung istighfar. Kedua kata tersebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

Arti maghfirah (ampunan) adalah bersihnya jiwa dari segala dosa. Sedangkan taubat adalah memperoleh hasil yang diinginkan setelah melalui proses istighfar. Meski pengertiannya terpisah, namun keduanya memiliki kaitan yang sama. [Madarij as­Salikin 1/307‐309]

Iklan

KEMUDAHAN HIDUP

Dalam menjalani kehidupan ini, sering kali kita dihadapkan pada kesulitan. Terkadang kesulitan yang datang teramat berat, sehingga membuat kita hampir putus asa. Namun, keimanan akan kuasa Allah SWT yang tak terhingga mampu menjadikan diri kita tetap bersabar dalam menghadapi kesulitan.

Oleh sebab itu, Allah SWT menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat muslim. Sehingga diharapkan kita sebagai hamba-Nya mampu mengatasi kesulitan yang terjadi. Di dalam ayat-ayat Al-Quran tersimpan rahasia-rahasia kehidupan yang perlu kita pelajari. Selain itu, Al-Quran mengajarkan kita cara untuk mendapatkan kemudahan dan jalan keluar dari segala kesulitan yang terjadi. Allah SWT berfiman di dalam Quran surat Al-Lail: 5-7:

فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى -٥- وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى -٦- فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى -٧-

“Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan”.

Menurut ayat-ayat tersebut, dijelaskan ada 3 cara untuk meraih kemudahan dan jalan keluar dari Allah SWT, yakni:

  1. Berinfak di jalan kebaikan.
  2. Bertakwa dan takut kepada-Nya.
  3. Membenarkan setiap yang datang dari Allah SWT dengan keyakinan dan tindakan.

Jika 3 hal tersebut telah kita lakukan, maka Allah SWT berjanji akan memberikan kemudahan tersebut. Dan sunguh, dia lah sebaik-baik dzat yang menepati janji.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya” (QS. At-Thalaq:4).

وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ

“(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya” (QS. Ar-Rum:6).

Sumber: Khazanahalquran.commiracle_allahu

Sempatkan Beribadah

قال الله عز و جل: يَ ب نَ آ دَبمَ تَفَرَّ غ لِعِبَادَتِِ آَ ملََْ صَ درَكَ غِ ى نً وَبَسُدُّ فَ قرَكَ
وَبِلََّّ تَ فعَ ل مَلََْتُ يَدَي كَ شُ غ ى لً وَلَ م بَسُدَّ فَ قرَكَ
Allah Azza Wajalla berfirman (Hadist Qudsi),
“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk ibadah kepadaKu, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan hindarkan kamu dari kefakiran. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak akan menghindarkan kamu dari kefakiran”
(Hadist Riwayat At-Tirmidzi)2553e-kalbu

10 Langkah Membuat rejeki selalu menghampiri kita.

​*10 Langkah Membuat Rezeki Selalu Menghampiri Kita*
*1. Taqwa*
_“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya._(QS ath-Thalaq: 2-3).
*2. Tawakal*
Nabi s.a.w. bersabda: _“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.”_ (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)
*3. Shalat Dhuha*
Firman Allah dalam hadits qudsi: _“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.”_ (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)
*4. Istighfar*
_”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”_ (QS Nuh: 10-12).
_“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”_ (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)
*5. Silaturahmi*
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, _“Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”_
*6. Sedekah*
_”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”_  (QS. Al-Baqarah: 261)
Sabda Nabi s.a.w.: _“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana (sedekah kpd) orang-orang lemah di kalangan kamu.”_ (Riwayat Bukhari)
*7. Berbuat Kebaikan*
_”Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”_ (QS Alqashash:84)
Nabi bersabda: _”Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.”_ (HR. Ahmad)
*8. Berdagang*
Dan Nabi SAW bersabda: _“Berdaganglah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perdagangan.”_ (Riwayat Ahmad)
*9. Bangun lebih Pagi*
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya,  _”Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.”_ ( H.R. Al-Baihaqi)
Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, _”Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan.”_  (H.R. At-Tabarani)
*10. Bersyukur*
_“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”._  (QS Ibrahim:7)

Terjemahan Dalil-Dalil Alqur’an tentang Rezeki

2553e-kalbu

Apabila kita mengalami kesempitan kehidupan atau kesulitan rezeki, maka ada sebab-sebab yang menjadikan rezeki itu dimudahkan oleh Allah. Ketahuilah, ada amalan-amalan yang kita kerjakan dapat menghalangi rezeki atau memperlancarnya. Karena itu, hendaklah kita masing-masing menelusuri apa saja perbuatan kita yang ada hubungannya dengan sebab-sebab dimudahkannya atau dilancarkannya rezeki kita (atau sebaliknya) oleh Allah. Ada pun di antara ayat-ayat a-Qur’an yang berhubungan dengan kelancaran rezeki bagi manusia adalah:

  1. Nuh [71]: 10–12
    ”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka (umatku): ‘mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”
  2. Hud [11]: 3
    ”Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”
  3. Hud [11]: 52
    ”Dan (Hud berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
  4. ath-Thalaaq [65]: 2–3
    ”Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
  5. ath-Thalaaq [65]: 4
    ”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”
  6. al-A’raaf [7]: 96
    ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
  7. al-Maa’idah [5]: 66
    ”Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.”
  8. al-Jinn [72]: 16

“Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”

  1. Ibrahim [14]: 7
    ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
  2. ath-Thalaaq [65]: 2–3
    ”Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
  3. Ali Imran [3]: 159
    ”Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
  4. Huud [11]: 123
    ”Dan kepunyaan Allah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.”
  5. Ali Imran [3]: 173–175
    ”(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Hasbunallaahu wani’mal wakil.’ (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung). Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (rezeki yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
  6. Ali Imran [3]: 37
    ”Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, ‘Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?’ Maryam menjawab, ‘Makanan itu dari sisi Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hitungan.”
  7. Saba [34]: 39
    ”Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
  8. al-Baqarah [2]: 216

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

  1. at-Taubah [9]: 60
    ”Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat itu) hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
  2. al-Qashash [28]: 24
    ”Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan (fakir) sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
  3. an-Nisaa’ [4]: 100
    ”Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  4. Thaahaa [20]: 132
    ”Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
  5. al-Jumu’ah [72]: 9–11
    Hai Orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, ‘Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan’ dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”
  6. an-Nahl [16]: 97
    ”Barang siapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
  7. asy-Syuura [42]: 27
    ”Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup (merasa kaya dengan harta).”
  8. al-‘Alaq [96]: 6–7
    ”Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”
  9. Faathir [35]: 28
    ”Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu tentang Allah). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
  10. Faathir [35]: 28–30
    ”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tak akan rugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”
  11. al-Hajj [22]: 27–28
    ”Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
  12. Muhammad [47]: 7
    ”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.”
  13. Ali Imran [3]: 160

“Jika Allah menolong kamu, maka tak akan ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”

Sumber :http://amalandanagaib.com/terjemahan-dalil-dalil-alquran-tentang-rezeki.htm

Haters itu Rezeki Buat Kita. — Semua tentang Rezeki

Tauziah AA GymLama tak muncul di TV K.H Abdullah Gymnastiar alias AA Gym menyampaikan tauziah singkat di Acara Hitam Putih yang dipandu oleh pesulap Deddy Corbuzier, beberapa waktu lalu. Banyak hal dibicarakan termasuk soal haters. Jangan salah ya.. ternyata haters itu rezeki buat kita lho ! Kok bisa? Ini beberapa rangkuman yang bisa saya tuliskan di sini,…

melalui Haters itu Rezeki Buat Kita. — Semua tentang Rezeki

Husnuzhon

Baik sangka kepada Allah swt.

Baik sangka kepada diri sendiri.

Baik sangka kepada Orang tua.

Baik sangka kepada istri.

Baik sangka kepada anak anak.

Baik sangka kepada guru,ustadz dan Kyai

Baik sangka kepada santri

Baik sangka kepada teman.

Baik sangka kepada atasan.

Baik sangka kepada bawahan.

Baik sangka kepada rekanan.

Baik sangka pelanggan.

Baik sangka kepada lingkungan.

%d blogger menyukai ini: