Khasiat Surat Yasin dan Cara Mengamalkannya

Khasiat Surat Yasin
Khasiat Surat Yasin
Khasiat Surat Yasin dan Cara Mengamalkannya – Surat Yasin atau dalam (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 didalam kitab suci umat Islam, yakni al-Qur’an. Surat Yasin terdiri dari 83 ayat dan juga termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Banyak yang bertanya mengenai khasiat surat Yasin ataupun manfaat dan keutamaan surat Yasin. Ternyata surat Yasin memiliki segudang manfaat dan khasiat luar biasa.
Dinamai dengan nama Ya Sin karena surah ini bermula dengan awalan dua abjad Arab “Ya Sin”. Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah didalam al-Quran, dengan demikian pula arti “Ya Sin” yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.
Surat Yasin diturunkan di Makkah melalui wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw. Seperti yang telah diketahui, surat-surat yang terdapat didalam al-Qur’an dibedakan menjadi dua, yaitu surat Madaniyah dan Makkiyah.
Berdasarkan jumlahnya, surat yang diturunkan di Madinah atau disebut surat Madaniyah lebih sedikit dibandingkan dengan yang turun di Makkah, atau Makkiyah. Ada sekitar 23 surat yang diturunkan di kota Madinah dan sisanya diturunkan di kota Makkah, yakni sekitar 91 surat.
Surat-surat yang Allah SWT turunkan di Makkah tidaklah diturunkan dalam waktu dua atau tiga hari. Nabi Muhammad Saw perlu mengumpulkan surat-surat tersebut hingga 12 tahun lebih 5 bulan dan 13 hari. Hal itu dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw hingga beliau mencapai usia 40 tahun.
Beberapa isi kandungan Surat Yasin ialah :
1. Kandungan Keimanan
– Keimanan akan Allah dengan mensucikan-Nya dengan sifat-sifat-Nya.
– Keimanan akan Alqur’an yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah.
– Keimanan akan surga dan sifat-sipatnya.
– Keimanan akan hari akhir.
2. Kandungan Kisah-Kisah
– Kisah utusan-utusan nabi Isa a.s dengan penduduk anthakiyah.
– Salah satu ayat pada surat Yasin yang menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan Astronomi, yakni semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya.
Setiap surat yang Allah SWT turunkan memiliki keutamaan yang terkandung didalamnya. Termasuk surat Yasin, keutamaan surat Yasin ini nantinya berhubungan dengan manfaat dan khasiat surat Yasin dalam kehidupan manusia itu sendiri. Berikut ini adalah penjelasannya :

Khasiat Surat Yasin dan Keutamaannya

  1. Bagi siapa yang membaca surat Yasin sebanyak satu kali maka sama dengan membaca al-Qur’an sampai selesai (Khatam) sebanyak sepuluh kali, dan bagi siapa yanng membiasakan membaca surat Yasin setiap malam sampai akhir hayatnya (mati), maka termasuk mati syahid.
  2. Jika dibaca ketika pagi hari, maka akan memperoleh kegembiraan hingga sore, dan jika dibaca di sore hari, maka akan memperoleh kegembiraan hingga pagi.
  3. Jika ada maksud ingin memperoleh keberhasilan, maka bacalah surat Yasin dari rumah sebanyak 25 kali, maka insyaAllah berhasil.
  4. Jika dibacakan untuk orang yang akan mati / meninggal dunia, maka tidak akan dicabut nyawanya selagi ia belum didatangi Malaikat Ridwan dengan maksud memberi kegembiraan kepada orang yang akan meninggal tersebut.
  5. Jika dibacakan pada mayat didalam kubur, maka diringankan siksanya.
  6. Jika dibacakan ke air minum, lalu diminum, sama dengan meminum seribu obat.
  7. Khasiat surat Yasin berikutnya ialah bisa dipergunakan sebagai pengobatan sakit panas. Caranya dibacakan sekali, setiap sampai pada lafadz “Mubiin” dengan mengikat benang sekali sampai tujuh kemudian diikatkan pada bahu kanan penderita yang sakit panas, insyaAllah akan sehat kembali.
  8. Dapat menjadi pelindung rumah kita, caranya :
    – Ambil Air Satu Ember Besar penuh.
    – Celupkan jari telunjuk kanan kedalam ember yang di isi air.
    – Membaca Shalawat Nabi sebanyak 3 kali.
    – Membaca surat Yasin sebanyak 7 kali, pada ayat ke 9 baca sebanyak 11 kali.
    – Membaca ayat Qursy sebanyak 99 kali.
    – Membaca ayat Qursy 1 kali, kemudian pada ayat terakhir baca sebanyak 100 kali.
    – Berdoa memohon kepada Allah SWT, agar air tersebut dapat bermanfaat untuk memagari rumah sehingga apabila ada makhluk ghoib fasik/ kafir akan binasa seketika itu juga. (Saat berdoa jari telunjuk kanan tetap didalam ember air).
    – Setelah berdo’a, percikan air ke sekitar area rumah.
  9. Bagi siapa yang membaca Surat Yasin diwaktu pagi hari, maka insyaAllah segala hajatnya pada hari itu akan dipenuhi.
  10. Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati Al-Quran itu ialah Surah Yassin.
  11. Siapa yang membaca surat Yasin semata mata karena Allah SWT, maka segala dosa-dosanya yang dahulu akan diampuni.
  12. Bagi siapa membaca surat Yasin maka ia akan diampuni, siapa saja yang membaca saat kelaparan maka akan dihilangkan kelaparannya, bagi siapa membacanya disaat tersesat maka akan menjumpai jalannya kembali, jika membacanya kepada orang yang menghadapi sakaratul maut maka akan dimudahkan baginya, dan jika seseorang membaca kepada perempuan yang sulit untuk melahirkan anak maka insyaAllah akan dimudahkan juga baginya.
  13. Maqri rahmatullah ‘alaih berkata, “Jikalau Surah Yasin dibaca oleh seseorang yang takut pemerintah atau musuh, maka ia akan dihilangkan rasa ketakutan itu.”
  14. Jikalau seseorang  membaca surat Yasin dan surah Was-Saffat pada hari jum’at dan memohon kepada Allah SWT sesuatu, insyaAllah doanya akan diterima.
  15. Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca surat Yasin sehingga datang Malaikat Ridwan dari surga membawa minuman untuknya.
  16. Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang mengunjungi perkuburan lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah SWT meringankan siksaan mereka dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sebanyak penghuni kubur di perkuburan itu.”
  17. Membaca Yasin sebanyak 1 kali sama dengan 10 kali membaca al-Quran.
  18. “Segala sesuatu mempunyai jantung (hati), sedang jantung al-Quran adalah surat Yasin, dan siapa saja yang membaca surat Yasin Allah SWT mencatat bacaannya seperti bacaan al-Quran sepuluh kali.” (Ad-Darimiy, At-Turmudzi dan Anas ra. dan Kanzul-Umal, Juz 112624)

Fadhilah Surat Yasin

Berikut ini beberapa fadhilah surat Yasin, diantaranya ialah :
  1. Dibacakan kepada orang yang sedang sakaratul maut, maka akan mempermudah keluarnya ruh.
  2. Membaca surah Yasin sama dengan membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
  3. Memberi syafa’at bagi siapa saja yang membacanya.
  4. InsyaAllah akan dimudahkan segala hajatnya.
  5. Dapat Meringankan siksa kubur.
  6. Menolak kejahatan.
  7. Jika dibaca pada waktu malam jum’at akan mendapatkan ampunan.
  8. Jika belum menikah akan dimudahkan jodohnya.
  9. Saat sedang ketakutan, Allah SWT akan menghilangkan rasa takutnya.
  10. Jika dipenjara, niscaya akan bebas.
  11. Orang tersesat akan mendapat jalannya lagi.
  12. Ketika haus maka akan hilang hausnya.
  13. Ketika sakit maka akan hilang sakitnya.

Khasiat Surat Yasin Ayat 29, 36, 58, 76, 82

Khasiat Surat Yasin Ayat 29
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةً۬ وَٲحِدَةً۬ فَإِذَا هُمۡ خَـٰمِدُونَ
Artinya:
“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (Yasin:29)
Khasiatnya ialah untuk mendiamkan orang yang selalu melempar kata-kata buruk/tidak menyenangkankepada anda.
Khasiat Surat Yasin Ayat 36
سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٲجَ ڪُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ وَمِنۡ أَنفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُونَ
Artinya:
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Yasin:36)
Khasiatnya ialah sebagai doa pengasihan, caranya tiup 7 kali dalam tangan dan sapu ke muka pada pagi hari.
Khasiat Surat Yasin Ayat 58
سَلَـٰمٌ۬ قَوۡلاً۬ مِّن رَّبٍّ۬ رَّحِيمٍ۬
Artinya:
Kepada mereka dikatakan: “Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Yasin:58)
Khasiatnya ialah jika sakit / hati merasa tak tenang, caranya baca 7 kali dan gosok pada tempat yang sakit.
Khasiat Surat Yasin Ayat 76
فَلَا يَحۡزُنكَ قَوۡلُهُمۡ‌ۘ إِنَّا نَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ
Artinya:
“Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.” (Yasin:76)
Khasiatnya ialah untuk menenangkan hati, caranya gosok jantung sambil membaca ayat ini.
Khasiat Surat Yasin Ayat 82
إِنَّمَآ أَمۡرُهُ ۥۤ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُ ۥ كُن فَيَكُونُ
Artinya:
“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (Yasin:82)
Khasiatnya ialah untuk mengobati kanker, caranya dengan shalat tahjud dilanjutkan dengan shalat hajat kemudia doa minta hajat. Dan baca ayat ini 100 kali dengan yakin. Amalkan selama 41 malam.
Sekianlah segudang manfaat dan khasiat surat Yasin yang semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Nah semua kembali lagi kepada niat kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua agar kita semua selalu mendapatkan petunjuk serta kemudahan dalam berjuang dijalan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin
Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR Muslim, 3509).
Wallahu a’lam bish-shawab
Iklan

Khasiat Luar Biasa Mengamalkan Surat Al Ikhlas

 

Khasiat Luar Biasa Mengamalkan Surat Al Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ‏
Artinya :
“Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (Q.S Al-Ikhlas [112 : 1-4])
Surat Al-Ikhlas adalah surat yang ke seratus dua belas dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an. Surat Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain juga memiliki banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Mengingat Surat ini mengandung akidah yang sangat mendasar, maka keutamaannya cukup banyak. Antara lain sebagai berikut :
Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a yang diriwayatkan oleh Al Bukhari, Abu Daud, dan An-Nasa’i, ia berkata :
“Suatu ketika seorang pria mendengar seseorang membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ berulang-ulang. Keesokan paginya, ia datang menemui Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu seakan-akan ia meremehkannya. Lalu Rasulullah SAW berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia (surah Al lkhlaas) menyamai sepertiga Al-Qur’an.”
Dari Abu Ad-Darda’ yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam ?” Mereka bertanya, “Bagaimana sepertiga Al-Qur’an dapat dibaca dalam semalam ?” Rasulullah SAW menjawab, “ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (yakni surah al-Ikhlas) menyamai sepertiga Al Qur’an.”
Suatu ketika Rasulullah SAW mendengar seorang pria membaca surah Al Ikhlas, beliau kemudian berkata :
“Sungguh surga telah wajib baginya.” (HR. At-Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata :
“Ketika aku sedang berjalan bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau mendengar seseorang membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (sampai akhfu ayatnya). Lalu Rasulullah SAW berkata, “Ia pantas mendapatkannya, ia pantas mendapatkannya.” Maka aku pun bertanya kepada beliau, “Apakah itu, wahai Rasululullah ?” Beliau menjawab, “surga”. Kemudian Abu Hurairah kembail berkata, “Lalu aku bermaksud menghampiri pria tersebut untuk memberitahukan berita gembira itu kepadanya. Akan tetapi aku khawatir terlewat makan siang bersama Rasulullah SAW. Setelah itu aku berangkat mendatanginya, namun ternyata ia telah pergi.” (HR. At-Tirmidzi)
Dari Aisyah r.a yang diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim, dan imam-imam hadits lainnya, ia berkata :
“Suatu ketika Rasulullah SAW mengutus seseorang dalam suatu ekspedisi. Dan di dalam shalat bersama para sahabatnya, ia membaca Al-Qur’an dan selalu menutupnya dengan surah Al lkhlas. Ketika mereka telah kembali, mereka menyampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW. Mendengar itu, beliau berkata, “Tanyakan kepadanya karena apa dia melakukan hal itu ?” Mereka pun menanyakan kepadanya. Kemudian dia menjawab, “Ia (surah Al Ikhlas) adalah sifat Allah yang Maha Kasih, dan aku suka membacanya.” Mendapat kabar seperti itu, Rasulullah SAW bersabda, “Kabarkanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya.”
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Anas bin Malik dengan redaksi yang menyebutkan bahwa para sahabat pria yang suka membaca surah Al Ikhlas itu berkata kepadanya, “Kamu bisa membacanya (surah Al lkhlas) atau kamu bisa meninggalkannya dan membaca surah yang lain.” Mereka kemudian mengajukan masalah ini kepada Rasulullah SAW Lalu beliau bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongmu tetap membaca surah ini dalam setiap raka’at ?” Dia menjawab, “Aku mencintainya.” Maka beliau berkata, “Cintamu kepadanya membuatmu masuk surga.”
Khasiat Surat Al-Ikhlas
Banyak khasiat-khasiat yang terkandung di dalam surat Al-Ikhlas, diantaranya:
Untuk Mencapai yang Dimaksud
Caranya, bacalah surat al ikhlas 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dengan isya, setelah selesai, mintalah kepada Allah segala yang dimaksud. Insya Allah, Allah akan mengabulkan semua yang dimaksud.
Menghindarkan Dari Bala Bencana
Caranya sama dengan di atas, bacalah surat al ikhlas ini 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dan isya. Berkat dari bacaan ini, insya Allah semua bala bencana akan terhindar.
Selamat Dari Para Orang yang Rakus
Caranya :
Bacalah lafal “ya shamadu” 134 kali secara beruntun dan terus menerus dijadikan sebagai amalan sehari-hari. Insya Allah, akan selamatlah kita dari maksud jahat para orang yang rakus lagi aniaya.
Bacalah lafal “ya shamadu” 40 kali setiap hari. Insya Allah selama hayat masih dikandung badan kita selalu selamat dari maksud jahat orang-orang yang rakus.
Terhindar Dari Rasa Lapar dan Dahaga
Caranya, seandainya kita berada diperjalanan atau ditempat yang jauh dari keramaian dan sukar dapat air atau makanan, maka bacalah “ya shamadu” sebanyak-banyaknya. Insya Allah rasa payah, letih, dahaga dan lapar akan sirna dengan sendirinya, sehingga badan kuat untuk meneruskan tujuan.
Terhindar Dari Fitnah dan Siksa Kubur
Caranya, bacalah surat al ikhlas pada orang yang sedang sakit. Seandainya orang sakit itu meninggal pada hari itu juga, maka insya Allah dia akan diselamatkan dari segala fitnah kubur.
Mendapatkan Kebaikan di Dunia dan Akhirat
Caranya, bacalah surat al ikhlas setiap hari sebagai amalan sehari-hari. Insya Allah berkat surat al ikhlas yang kita baca itu kita akan mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.
 
Menyembuhkan Rasa Sakit
Aisyah ra berkata: Apabila Rasulullah SAW merasa sakit pada bagian tubuh, baginda membaca ayat-ayat berikut pada tapak tangannya yang kanan, kemudian menyapukan untuk menyembuhkan di tempat yang beliau rasakan sakit itu. Ayat-ayat itu adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Jangan Lupa Mengawal Diri Sewaktu Berada di Tempat Tidur
Aisyah r.a, mengtakan bahawa apabila Rasulullah SAW berada di tempat tidurnya pada setiap malam, baginda menggengam kedua tangannya sambil membaca ayat-ayat di bawah ini, dan kemudian menghembus kedua-dua tangannya itu. Ayat-ayat itu adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah selesai membaca dan menghembusnya, baginda menyapu dengan kedua-dua belah tangannya ke seluruh tubuhnya sekadar mungkin, dengan memulakannnya dari atas kepala, muka dan jasadnya yang biasa kelihatan. baginda melakukan sebanyak 3 kali.
 
Pembuka Pintu Rejeki
Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah SAW tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka Rasulullah SAW menyuruhnya supaya setiap kali masuk kerumah sendiri, memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah kosong tidak ada orang didalam, maka memberi salam kepada Rasulullah SAW kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkannya dengan yakin, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.
 
Kemuliaan Surat Al-Ikhlas
 
Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya. Beliau bertanya : “Apakah mayat ini meninggalkan hutang ?” Mereka menjawab : “Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : “Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibril pun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dia sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya, niscaya diampuni Allah pula dosanya.” Nabi Muhammad SAW pun bertanya : “Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini ?” Jibril menjawab : “Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca 100 kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya”. Hadist itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” 100 kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.
Rasulullah Saw bersabda :
“Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”
Menurut hadist Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”
Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata : “Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kami dalam surga.” Maka Rasulullah SAW bersabda : “Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.” Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.
Hadist Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah SAW juga bersabda :
“Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”
Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang pasir. Panjang setiap padang pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan : “Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah SAW bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : “Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan : “Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi : “Herankah kamu, mendengarnya? . Mereka menjawab : “Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda : “Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril berkata : “Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab : “Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”
Sumber : http://rasulteladan.blogspot.co.id/2015/12/khasiat-luar-biasa-mengamalkan-surat-al.html

Amalan #1

BACK

Taubat Pembuka Rezeki

Ibnul Qayyim membagi istighfar menjadi dua macam; istighfar semata (tanpa diiringi dengan tobat), seperti ucapan Nabi Nuh a.s dalam surat Nuuh ayat 10 di atas, dan ucapan Nabi Saleh a.s :“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (An‐Naml [27]: 46)

Dan Firman Allah Swt : “Dan Allah sekali­kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al‐Anfaal [8]: 33)

Sedangkan istighfar yang kedua, adalah istighfar yang diiringi dengan tobat kepada Allah, seperti firman‐Nya : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada­Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus­menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap­tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Huud [11]: 3)

Sebagaimana ucapan Nabi Hud a.s kepada kaumnya, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada­Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud [11]: 52)

Contoh istighfar jenis ini diperkuat dengan ucapan Nabi Saleh a.s pada surat yang sama kepada kaumnya :

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunanNya kemudian bertobatlah kepada­Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat­Nya) lagi memperkenankan (doa hamba­Nya).” (Huud [11]: 61)’

Begitu pula ucapan Nabi Syu’aib a.s :

“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada­Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (Huud [11]: 90)

Hakikat istighfar adalah agar terhindar dari kejelekan dosa. Ini sama dengan kata mughfir, yaitu sesuatu yang dipakai melindungi kepala dari kotoran. Karena itu, makna ‘tertutup’ sudah masuk dalam kata istighfar. Bila tidak demikian, maka sorban, topi dan semacamnya tidak disebut sebagai mughfir dalam bahasa Arab. Oleh karenanya, kata mugfir harus mengandung pengertian pencegahan dan melindungi. Istighfar inilah yang dapat mencegah turunnya azab. Allah Swt berfirman, :

“Dan Allah sekali­kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al‐Anfaal [8]: 33)

Allah Swt tidak menurunkan azabnya kepada orang yang beristighfar. Seseorang yang terus‐menerus melakukan perbuatan dosa, namun di samping itu ia juga beristighfar, maka hal tersebut tidak dinamakan istighfar sama sekali, dan tidak bisa menghindarkannya dari datangnya azab. Oleh karena itu, istighfar mengandung arti taubat, begitu pun sebaliknya taubat mengandung istighfar. Kedua kata tersebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

Arti maghfirah (ampunan) adalah bersihnya jiwa dari segala dosa. Sedangkan taubat adalah memperoleh hasil yang diinginkan setelah melalui proses istighfar. Meski pengertiannya terpisah, namun keduanya memiliki kaitan yang sama. [Madarij as­Salikin 1/307‐309]

KEMUDAHAN HIDUP

Dalam menjalani kehidupan ini, sering kali kita dihadapkan pada kesulitan. Terkadang kesulitan yang datang teramat berat, sehingga membuat kita hampir putus asa. Namun, keimanan akan kuasa Allah SWT yang tak terhingga mampu menjadikan diri kita tetap bersabar dalam menghadapi kesulitan.

Oleh sebab itu, Allah SWT menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat muslim. Sehingga diharapkan kita sebagai hamba-Nya mampu mengatasi kesulitan yang terjadi. Di dalam ayat-ayat Al-Quran tersimpan rahasia-rahasia kehidupan yang perlu kita pelajari. Selain itu, Al-Quran mengajarkan kita cara untuk mendapatkan kemudahan dan jalan keluar dari segala kesulitan yang terjadi. Allah SWT berfiman di dalam Quran surat Al-Lail: 5-7:

فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى -٥- وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى -٦- فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى -٧-

“Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan”.

Menurut ayat-ayat tersebut, dijelaskan ada 3 cara untuk meraih kemudahan dan jalan keluar dari Allah SWT, yakni:

  1. Berinfak di jalan kebaikan.
  2. Bertakwa dan takut kepada-Nya.
  3. Membenarkan setiap yang datang dari Allah SWT dengan keyakinan dan tindakan.

Jika 3 hal tersebut telah kita lakukan, maka Allah SWT berjanji akan memberikan kemudahan tersebut. Dan sunguh, dia lah sebaik-baik dzat yang menepati janji.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya” (QS. At-Thalaq:4).

وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ

“(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya” (QS. Ar-Rum:6).

Sumber: Khazanahalquran.commiracle_allahu

Sempatkan Beribadah

قال الله عز و جل: يَ ب نَ آ دَبمَ تَفَرَّ غ لِعِبَادَتِِ آَ ملََْ صَ درَكَ غِ ى نً وَبَسُدُّ فَ قرَكَ
وَبِلََّّ تَ فعَ ل مَلََْتُ يَدَي كَ شُ غ ى لً وَلَ م بَسُدَّ فَ قرَكَ
Allah Azza Wajalla berfirman (Hadist Qudsi),
“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk ibadah kepadaKu, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan hindarkan kamu dari kefakiran. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak akan menghindarkan kamu dari kefakiran”
(Hadist Riwayat At-Tirmidzi)2553e-kalbu

10 Langkah Membuat rejeki selalu menghampiri kita.

​*10 Langkah Membuat Rezeki Selalu Menghampiri Kita*
*1. Taqwa*
_“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya._(QS ath-Thalaq: 2-3).
*2. Tawakal*
Nabi s.a.w. bersabda: _“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.”_ (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)
*3. Shalat Dhuha*
Firman Allah dalam hadits qudsi: _“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.”_ (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)
*4. Istighfar*
_”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”_ (QS Nuh: 10-12).
_“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”_ (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)
*5. Silaturahmi*
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, _“Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”_
*6. Sedekah*
_”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”_  (QS. Al-Baqarah: 261)
Sabda Nabi s.a.w.: _“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana (sedekah kpd) orang-orang lemah di kalangan kamu.”_ (Riwayat Bukhari)
*7. Berbuat Kebaikan*
_”Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”_ (QS Alqashash:84)
Nabi bersabda: _”Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.”_ (HR. Ahmad)
*8. Berdagang*
Dan Nabi SAW bersabda: _“Berdaganglah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perdagangan.”_ (Riwayat Ahmad)
*9. Bangun lebih Pagi*
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya,  _”Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.”_ ( H.R. Al-Baihaqi)
Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, _”Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan.”_  (H.R. At-Tabarani)
*10. Bersyukur*
_“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”._  (QS Ibrahim:7)

Terjemahan Dalil-Dalil Alqur’an tentang Rezeki

2553e-kalbu

Apabila kita mengalami kesempitan kehidupan atau kesulitan rezeki, maka ada sebab-sebab yang menjadikan rezeki itu dimudahkan oleh Allah. Ketahuilah, ada amalan-amalan yang kita kerjakan dapat menghalangi rezeki atau memperlancarnya. Karena itu, hendaklah kita masing-masing menelusuri apa saja perbuatan kita yang ada hubungannya dengan sebab-sebab dimudahkannya atau dilancarkannya rezeki kita (atau sebaliknya) oleh Allah. Ada pun di antara ayat-ayat a-Qur’an yang berhubungan dengan kelancaran rezeki bagi manusia adalah:

  1. Nuh [71]: 10–12
    ”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka (umatku): ‘mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”
  2. Hud [11]: 3
    ”Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”
  3. Hud [11]: 52
    ”Dan (Hud berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
  4. ath-Thalaaq [65]: 2–3
    ”Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
  5. ath-Thalaaq [65]: 4
    ”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”
  6. al-A’raaf [7]: 96
    ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
  7. al-Maa’idah [5]: 66
    ”Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.”
  8. al-Jinn [72]: 16

“Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”

  1. Ibrahim [14]: 7
    ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
  2. ath-Thalaaq [65]: 2–3
    ”Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
  3. Ali Imran [3]: 159
    ”Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
  4. Huud [11]: 123
    ”Dan kepunyaan Allah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.”
  5. Ali Imran [3]: 173–175
    ”(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Hasbunallaahu wani’mal wakil.’ (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung). Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (rezeki yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
  6. Ali Imran [3]: 37
    ”Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, ‘Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?’ Maryam menjawab, ‘Makanan itu dari sisi Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hitungan.”
  7. Saba [34]: 39
    ”Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
  8. al-Baqarah [2]: 216

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

  1. at-Taubah [9]: 60
    ”Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat itu) hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
  2. al-Qashash [28]: 24
    ”Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan (fakir) sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
  3. an-Nisaa’ [4]: 100
    ”Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  4. Thaahaa [20]: 132
    ”Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
  5. al-Jumu’ah [72]: 9–11
    Hai Orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, ‘Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan’ dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”
  6. an-Nahl [16]: 97
    ”Barang siapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
  7. asy-Syuura [42]: 27
    ”Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup (merasa kaya dengan harta).”
  8. al-‘Alaq [96]: 6–7
    ”Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”
  9. Faathir [35]: 28
    ”Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu tentang Allah). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
  10. Faathir [35]: 28–30
    ”Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tak akan rugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”
  11. al-Hajj [22]: 27–28
    ”Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
  12. Muhammad [47]: 7
    ”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu.”
  13. Ali Imran [3]: 160

“Jika Allah menolong kamu, maka tak akan ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”

Sumber :http://amalandanagaib.com/terjemahan-dalil-dalil-alquran-tentang-rezeki.htm

%d blogger menyukai ini: